Jodoh Tidak Perlu Dicari yang Penting Kamu Memantaskan Diri

Akunews.com |
Jodoh dan soulmate yakni hal-hal yang membuat orang galau.

Jodoh Tidak Perlu Dicari , yang Penting Kamu Memantaskan Diri

Apalagi , dalam masyarakat kita jodoh dan ijab kabul seakan menentukan keberhasilan seseorang. Saat sudah mencapai umur yang dianggap siap untuk menikah , tidak jarang kau dihampiri pertanyaan , “Mana calonnya?” dan “Kapan nikah?”
Dampaknya , banyak dari kita yang panik mencari ketika merasa belum juga menemukan soulmate. Mulai dari minta dikenalkan sobat , pasrah dijodohkan oleh orang bau tanah , hingga ikut kontak jodoh di internet.

Memang benar ya jodoh dan soulmate harus dicari? Tidak adakah cara lain untuk mendapatkannya? Hmm…memantaskan diri , misalnya?

Terus Fokus Mencari Soulmate Justru Akan Membuat Kita Lebih Rentan Tersakiti
Soulmate atau serpihan jiwa jadi hal yang ingin didapatkan oleh hampir semua orang. Memang kedengarannya menyenangkan sih , ketika kau punya seseorang yang memahami dan selalu ada di sisimu.

Demi menerima soulmate-nya tidak jarang orang akan rela mengorbankan banyak hal. Tapi pernahkah kita bertanya mengenai validitas konsep ini? Apakah benar ada individu lain yang akan benar-benar memahami kita hingga ke titik terdalam?

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Experimental Psychology justru menyampaikan bahwa konsep soulmate gotong royong hanya ilusi. Mempercayai konsep ini akan membuat seseorang tidak bisa menjalani relasi romantis yang sedang dijalaninya dengan maksimal.

“Saat seseorang mempercayai bahwa pasangannya yakni pasangan jiwa dan mereka “tertakdirkan” , biasanya pasangan ini akan lebih tidak bahagia. Mereka juga akan menghadapi risiko lebih besar untuk berpisah.”
Ketika kita mempercayai konsep soulmate , kita akan rentan menganggap pasangan yang sedang bersama kita sebagai orang paling tepat bagi kita.

Dalam relasi yang dianggap sudah “tertakdirkan” , akan tercipta pemahaman bahwa relasi tersebut harus bebas dari konflik. Padahal , konflik yakni bab yang tidak terpisahkan dalam sebuah hubungan.

Dampaknya , setelah masa “bulan madu” lewat dan konflik mulai bermunculan , pasangan yang merasa sudah menemukan serpihan jiwanya tersebut akan terkejut ketika melihat ketidaksempurnaan pasangan.

“Ketika kenyataan dalam relasi menyampaikan sebaliknya , maka pasangan jenis ini akan lebih tersakiti.”

Jika Diam Saja , Apakah Jodoh Akan Datang Sendiri?
Lalu bagaimana dong supaya kita bisa menemukan pendamping? Haruskah kita hanya duduk di rumah , membisu dan berdoa sembari menunggu jodoh datang? Tentu tidak , dong. Sebenarnya proses menemukan jodoh itu tidak jauh berbeda dari pendakian gunung.

Demi mencapai puncak , kau harus terus melangkahkan kaki. Akan ada banyak sekali jalan menanjak dan ranting besar yang harus dilewati. Kamu bisa memilih berhenti dan membalikkan tubuh untuk kembali atau terus memaksakan diri supaya tetap melangkahkan kaki. Jika kau memilih untuk terus berjalan , pelan-pelan puncak pasti terlihat di hadapan.

Hanya saja , ada cara lain yang lebih elegan dari sekedar mencari jodoh. Kamu tidak perlu heboh ibarat anak ayam kehilangan induk hanya demi menemukan orang yang bisa mengisi hati. Nama cara ini adalah: memantaskan diri.

Alasan Kenapa Lebih Baik Kamu Fokus Memantaskan Diri:

1. Terkadang Jodoh Belum Datang alasannya yakni Kita Belum Selesai dengan Diri Sendiri
Kamu tidak jelek , pedoman dan pengetahuanmu pun luas. Tapi hingga hari ini belum ada orang yang datang dan mengisi hati. Jika hal ini terjadi padamu , kau perlu bertanya pada dirimu:

“Apakah gue benar-benar sudah selesai dengan diri sendiri?”

Terkadang kondisi pribadimulah yang menjadi halangan bagi orang-orang yang tepat untuk datang. Barangkali kau belum lulus kuliah , atau masih ingin bertualang mencari pekerjaan yang paling tepat untukmu. Semua keinginan eksklusif itu akan tercermin dalam perilaku dan kesiapanmu.

Daripada sibuk mencari , kenapa tidak berusaha menuntaskan keinginan dan harapan eksklusif terlebih dahulu? Selesaikanlah semua ambisi dan egoisme personalmu. Setelah urusan dengan dirimu sendiri benar-benar tuntas barulah kau akan bisa menciptakan ruang untuk orang lain.

2. Meningkatkan Kualitas Diri Akan Membuatmu Lebih Menarik dan Merasa Siap
Pernah gak kau merasa tidak memiliki apapun untuk dibanggakan? Kamu tidak punya pencapaian , tidak ada gairah besar dalam dirimu yang benar-benar membuatmu merasahidup. Saat kau sedang berada dalam titik ini biasanya kepercayaan dirimu pun akan sedikit luntur.

Seseorang yang tahu benar apa yang ingin dikejarnya akan terlihat lebih menarik di mata orang lain. Ia yang fokus mengejar impiannya sudah mengerti apa yang harus dilakukan , orang macam apa yang layak mendampingi serta relasi romantis macam apa yang harus dihindari.

Pribadi dengan visi yang terang tentu tampak lebih menjanjikan dibanding orang yang masih belum tahu akan membawa hidupnya ke arah mana. Tidak hanya membuatmu lebih menarik di mata orang lain , fokus menambah kualitas diri juga akan membuatmu merasa lebih siap.

Kamu sudah tahu akan mengarahkan kemudi hidupmu , kini saatnya ada orang yang mendampingimu.

3. Saat Kamu Sudah Berada di Jalur yang Tepat , Mereka yang Datang Juga Akan Lebih Tepat
Kamu sudah yakin sepenuh hati akan mengambil pendidikan Master di Jurusan Jurnalistik dengan spesifikasi Penulisan Kreatif. Untuk sementara waktu kau melupakan urusan hati dan fokus pada pendidikanmu. Waktumu benar-benar kau manfaatkan untuk mencar ilmu dan mengejar passion-mu.

Dengan usaha yang tidak ringan , kini hidupmu sudah berada di jalur yang selama ini kau idamkan. Kamu sudah diterima di universitas dan jurusan idaman. Tidak hanya itu , ditengah kesibukan kuliah kau juga bekerja di media lokal. Tulisanmu mulai muncul dan dibaca orang.

Selalu ada hal baik bagi orang-orang yang melaksanakan hal baik. Kamu yang sudah berusaha membawa hidup kearah yang lebih sesuai panggilan hati juga akan didatangi oleh mereka yang layak mendampingi. Tidak akan ada lagi orang-orang random yang mendekatimu.

Mereka yang datang di ketika arah hidupmu sudah terang kemungkinan besar yakni orang yang juga punya arah hidup yang sama denganmu. Atau paling tidak , bersama ia kau bisa berjalan beriringan mencapai impian.

4. Datang di Saat Kamu Sudah Siap Akan Membuatmu Lebih Terhormat
Buat para laki-laki yang bingung alasannya yakni masih belum punya pacar , ada baiknya kau mengubah contoh pikir. Daripada merana sepanjang hari alasannya yakni merasa sepi , kenapa tidak kau manfaatkan waktumu untuk memperbaiki diri? Di luar sana masih banyak kegiatan yang lebih bermanfaat dari sekedar pacaran , kok.

Datang ketika kau sudah benar-benar siap akan membuatmu jadi eksklusif terhormat yang memang layak diperhitungkan. Kamu tidak perlu membuang waktu mengejar gadis yang jual mahal terus itu. Tidak usah pula kau habiskan rayuanmu untuk menjadikannya pacarmu.

Sumpah deh — lebih baik kau ikut Muay Thai kek , gabung klub menulis , atau ikut komunitas film dokumenter. Gunakan waktu yang kau miliki untuk menambah pengetahuan dan pengalaman.

Ketika kelak kau mendatangi gadis yang kau sukai dengan perbekalan yang sudah lengkap , kau tidak akan lagi dipandang sebelah mata. Dengan fokus memantaskan diri kau juga akan merasa tidak harus bertaruh banyak ketika kelak mendatangi ia yang membuatmu tertarik.

Toh kau datang dengan kualitas yang setuju , kalau ditolak ya ia yang rugi!

5. Meminta Pasangan Menerimamu Apa Adanya yakni Hal yang Egois

Kamu pasti tahu kan lirik Lagu Tulus yang ini?:

Jangan cintai gue apa adanya ooooh jangan. Tuntutlah sesuatu , biar kita jalan kedepan.

Kalau belum tahu , silahkan cari albumnya. Murah kok , jangan unduh bajakan ya!.

Menjadi orang yang tidak mau meningkatkan kualitas diri yakni bentuk egoisme terhadap calon pasangan. Kamu ingin pasangan yang tepat , sementara kau sendiri tidak mau melaksanakan apapun untuk mencapainya. Ketika kelak karenanya (kamu beruntung) pasanganmu yang “wow” itu datang , apa ia nggak kecewa lihat kau yang nggak ada apa-apanya ini?

Punya keinginan berpengaruh untuk terus memperbaiki diri juga jadi modal awal bagi langgengnya hubungan. Seseorang yang mau terus meningkatkan kualitasnya akan lebih mudah mencar ilmu mengikuti keadaan dengan pasangannya kelak.

6. Bukankah Pada Akhirnya Jodoh yakni Cerminan Diri?
Lihat deh ayah-ibu kita atau pasangan suami istri di sekelilingmu. Jika kau mengamati dengan seksama , biasanya mereka yakni 2 eksklusif yang ibarat dalam pandangan hidup tapi punya sifat yang saling melengkapi. Begitu pula yang kemungkinan besar akan terjadi padamu.

Jodohmu yakni cerminan dirimu sendiri. Mereka yang datang tidak akan jauh-jauh dari upayamu memperbaiki diri selama ini. Kalau kau mau dapat pasangan yang cendekia masak , kau harus fair dong! Langkahkan juga kakimu ke dapur dan belajarlah memasak.

Kalau kau mau dapat pasangan yang cerdas dan gemar membaca , ya masa kau mau cuma duduk membisu sambil ongkang-ongkang kaki? Perbanyak juga referensimu soal materi bacaan , supaya kalian bisa hangat berbincang.

Dia yang “tertakdirkan” untukmu tidak akan jauh dari upayamu mengubah diri menjadi eksklusif yang lebih baik. Yang Mahakuasa tidak pernah main-main dengan janjinya.

Gimana? Masih mau bingung dan heboh berusaha cari pacar , atau mau mulai memantaskan diri aja nih mulai sekarang?

Artikel terkait: