Inilah 8 Fakta Penting Al-Aqsa yang Tak Banyak Diketahui Muslim

Akunews.com |
Al-Quds , Yerusalem , yaitu satu-satunya kawasan di dunia ini yang sedang menjadi perebutan.



Di sinilah kawasan berdirinya Komplek Masjid Al-Aqsha , masjid tersuci ketiga milik umat Islam berada.
Dalam sepekan terakhir , menyerupai banyak diberitakan bahwa Israel telah membatasi dan berupaya mengambil alih area masjid ini. Padahal di lokasi inilah Nabi Muhammad SAW memulai perjalanan Isra’ Miraj.

Di tanah ini juga banyak kisah para Nabi dan manusia-manusia luar biasa yang menjaga ketauhidan mereka pada Tuhan yang Maha Esa , Tuhan SWT. Selain itu masih banyak kisah lain sejarah Komplek Masjid Al-Aqsa yang tidak banyak diketahui umat Islam. Dilansir dari Palestinow , setidaknya ada delapan kisah terkait Komplek Masjid Al-Aqsha.

1. Al Ghazali Tinggal dan Menyelesaikan Karya Monumentalnya di Komplek Masjid Al-Aqsha
Salah satu buku paling terkenal dalam literatur Islam monumental yaitu Ihyaa Ulum Al-Din karya Ulama besar Islam Abu Hamid Al-Ghazali. Dia yaitu orang yang dihormati oleh semua aliran pemikiran sebab kemampuannya terjun ke kedalaman jiwa insan sambil tetap berlabuh pada fatwa Quran dan Nabi.

Kebanyakan orang tidak tahu bahwa Imam Al-Ghazali , memilih tinggal untuk sementara waktu , di Masjid Al-Aqsha dan menulis buku sementara di sana. Sebuah bangunan di masjid menandai lokasi kamar lamanya.

2. Kompleks Masjid Al Aqsha Pernah Menjadi Tempat Pembuangan Sampah
Pada waktu periode warga Yahudi di larang tinggal di kota ini oleh Romawi. Bangsa Romawi menggunakan area masjid sebagai kawasan pembuangan sampah. Ketika Umar membebaskan kota , beliau membersihkan sampah itu dengan tangannya yang kosong.
Umar juga mengakhiri pengasingan orang-orang Yahudi yang berabad-abad oleh Romawi. Umar mengundang 70 keluarga sebuah desa pengungsi terdekat kembali ke Yerusalem dan memberi mereka hak untuk kembali setelah berabad-abad di pengasingan.

3. Tanah Pemakaman Para Nabi
Tidak ada catatan pasti berapa banyak Nabi dan para teman Nabi dimakamkan di sana. Namun pasti jumlahnya banyak. Seperti Nabi Sulaiman mungkin dikuburkan di sana sebab kita tahu bahwa seorang Nabi selalu dikuburkan di kawasan beliau meninggal , dan melaksanakan lindung nilai ketika mengawasi pembangunan bangunan sebelumnya dalam beberapa tradisi.

. Komplek Masjid Al-Aqsha bahwasanya Memiliki Lebih dari Satu Masjid
Sebetulnya ada banyak masjid di area situs yang kita kenal sebagai Masjid Al Aqsha ini. Masjid Al-Aqsa sebagai bangunan di sudut paling selatan Masjid. Sebenarnya , di situ pula berada Masjid Qibly. Disebut demikian sebab itu yaitu yang paling akrab dengan kiblat.

Dan seluruh area gunung yaitu episode Masjid Al-Aqsha dan kerap disebut Haram Al-Sharif untuk mencegah kebingungan. Tapi ada masjid lain yang ada di situs ini , menyerupai Masjid Marwani dan masjid yang terhubung dengan kejadian historis tunggangan Nabi Muhammad ketika Isra dan Miraj , yang disebut Masjid Buraq.

5. Area Komplek Pernah Dibakar oleh Zionis
Pada 1967 , Yerusalem lepas dari tangan Muslim untuk kali ketiga dan berada di bawah kendali Israel. Tentara Israel yang menaklukkan area ini , menurunkan bendera Palestina dari area kubah masjid.

Pemimpin Israel menyadari bahwa kontrol terbuka atas masjid Al-Aqsha akan menjadi provokasi eksklusif bagi dunia Muslim. Mereka menggunakan banyak sekali cara untuk menenangkan umat Islam dunia damai dan diam.

Selanjutnya , pada 1969 seorang Zionis Australia bertindak sendiri memperabukan mimbar Nuruddin Zengi dan Masjid Qibly. Kebakaran menyelimuti seluruh Masjid Qibly. Dunia Muslim terbangun dengan pemandangan dan mimpi buruk gerakan Zionis ini.

Warga Palestina putus asa mencoba memadamkan api semampu mereka. Seluruh umat Islam menundukkan penyesalan dan aib atas peristiwa ini. Sejak ketika itu , masjid tersebut telah dibangun kembali dan diperbaharui , namun serangan terhadap situs tersuci ketiga ini terus berlanjut sampai hari ini.

Sementara itu , penggalian Israel atas proyek Kuil Solomon yang merusak pondasi seluruh Masjid. Dan kini , banyak pihak menilai Masjid Al-Aqsha bisa hancur.

6. Kubah Batu atau Dome of The Rock , Dibangun Sangat Sederhana di Era Abdul Malik ibnu Marwan.
Apa yang kita lihat di bangunan Kubah Batu atau Dome of The Rock ketika ini sangat berbeda menyerupai awal berdirinya ketika dibangun oleh Khalifah Ummayyah , Abdul Malik ibnu Marwan. Hanya berbahan kayu dengan penutup dari kuningan , timah atau keramik.

Namun hampir 1000 tahun kemudian pada masa pemerintahan Khalifah Utsmani , Suleiman , lapisan emas khas ditambahkan ke kubah bersama ubin ciri khas Utsmani , dan ke fasad/ornamen bangunan.

7. Memiliki Mimbar Legendaris
Namanya Nurruddin Zengi , salah satu hero terbesar dalam sejarah Islam. Masjid Al-Aqsha memiliki mimbar khusus yang dibangun , setelah komplek masjid ini direbut kembali dari Tentara Salib. Mimbar ini tidak hanya bagus , tapi dibuat tanpa menggunakan satu paku pun atau menggunakan lem.

Sayangnya Nooruddin Zengi tidak sempat melihat kemenangan yang diraihnya. Namun anak didiknya Salahuddin memenuhi impian gurunya , dan setelah membebaskan Yerusalem untuk kedua kalinya dalam sejarah Islam , dipasang mimbar tersebut.

8. Komplek Masjid Al-Aqsha ini Menjadi Tempat Eksekusi Ketika Tentara Salib Berkuasa
Ketika Tentara Salib pertama membawa Yerusalem , mereka menemukan lebih banyak didominasi penduduk Muslim dikurung di masjid Al-Aqsha. Mereka membantai sekitar 70 ribu dari mereka dan kemudian mengubah Masjid Qibly menjadi istana , Dome of the Rock menjadi sebuah kapel , dan ruang bawah tanah menjadi stabil.

Muslim yang selamat dari pembantaian awal kemudian disalibkan di sebuah salib besar yang ditempatkan di akrab sentra masjid. Inilah satu-satunya salib yang dipecahkan oleh Salahuddin. Dasar salib masih bisa dilihat di sana hari ini.

Artikel terkait: