Abadikan CINTAMU dengan MITSAQAN GHALIZA Karena yang Tulus TIDAK Membuatmu Terjerumus

Akunews.com | Jatuh cinta , berjuta indahnya.... begitu sebait lirik lagu yang menggambarkan setiap manusia yang sedang dihinggapi hatinya dengan sebuah rasa. Rasa yang tak biasa. 

Sering kali melihat seseorang yang membuat hati berdebar ialah obat yang paling manjur sejagad. Meskipun debar jantung akan terus menggema , tapi akan terasa tenang. Itu lah anehnya jatuh cinta. 

Abadikan CINTAMU dengan MITSAQAN GHALIZA , Karena yang Tulus TIDAK Membuatmu Terjerumus
                Cinta  yang Tulus TIDAK Membuatmu Terjerumus. (kociehyunakociehyuna.tumblr.com) 
Seringkali manusia yang sedang dilanda jatuh cinta , kurang bisa memaksimalkan panca inderanya. Karena apa coba? sekarang perhatikan saja sahabat , atau orang yang sedang diselimuti perasaan cinta. Dinasehati dari aneka macam sudut arah mati angin , akan dimentahkan. Apalagi kalau logikanya sudah nggak jalan , disakiti , bahkan disuruh mengorbankan kehormatannya pun akan disanggupi. Na'udzubillah...

Otak akan mengalami kamuflase , dengan seringnya kita berfantasi ria ihwal seseorang. Dinding kewarasan pun seakan tak berpengaruh menahannya. Senyum sendiri , gemes sendiri , duka sendiri , hingga merem-merem membayangkan kalau bisa meraihnya dalam kebersamaan. 

Bahkan yang lebih parah lagi , kalau perasaan cinta pada orang lain tidak di-manage dengan baik , bisa berakibat yang fatal. Misalnya , yang wanita bisa saat sudah melepaskan segala kehormatannya kemudian ditinggalkan oleh pasangannya , beliau bisa terjerumus dalam lembah prostitusi. Selain itu , kalau tidak , akan depresi dalam waktu yang lama. Begitu pula yang lelaki , bisa menjadikannya gila , bahkan bisa hingga bunuh diri. Kelihatannya sepele dalam pelafalannya J. A. T. U. H.  C. I. N. T. A , namun berat dalam pelaksanaannya. Karena menyangkut kecerdasan dalam mengelola hati. 

Oleh alasannya itu , berhati-hatilah dalam menautkan hati. Pastikan pada yang sempurna , bukan sesuai yang kita inginkan semata , tapi sesuai tuntunanlah semua akan menjadi tertata. Dalam hal ini sesuai Al Qur'an dan Hadits.  

Saat dirimu Jatuh Cinta atau "kebelet" untuk segera Menikah , maka inilah Sajak bermakna yang harus kita tahu :

JATUH CINTA

J. ika dirimu terjatuh dalam cinta

A. tau terpeleset dalamnya asmara

T. atkala itu hatimu mudah terpedaya

U. ntaian kata cinta menghanyutkan asa

H. anya terpesona tanpa membangun cinta

C. inta nrimo tak membuatmu jatuh ke dalamnya

I. majinasi melambungkan asa tanpa nyata

N. amun cinta nrimo merubah dirimu dewasa

T. anpa syarat namun penuh makna

A. badikan cintamu dengan "mitsaqan ghaliza" atau perjanjian yang kokoh/ kuat.

Marilah kita untuk lebih berhati-hati pada cinta , berhati-hati dengan hati. Kelolalah dengan baik , jangan hingga hati menjadi liar , yang bisa membuatmu terkapar. Semua butuh pengelolaan , tidak hanya uang yang musti dikelola , melainkan hati juga sangat perlu dikelola. 

Perkuat kembali norma aturan yang berlaku , terutama norma agama. Jadikan itu sebagai pelengkap terbaik untuk penjagaan diri dari segala serangan radikal bebas ke kita , terutama dari pergaulan. Maka dari itu ,  sahabat pergaulan menjadi  pengaruh penting dalam perubahan sifat dan perilaku kita.

Bagi yang siap menikah , maka pilihlah pasangan yang terbaik dari segi agama , ingatnya yaa! tidak ada yang namanya pacar soleh ataupun solehah. Laki-laki soleh maupun wanita solehah itu tidak pacaran ya? jangan salah kaprah. Yang serius ialah yang nrimo dan mau menemui walimu untuk menjalani kebersamaan dalam ikatan suci sesuai jalanNya yang lurus. Karena yang nrimo tidak membuatmu terjerumus. Dan pilih karena Agamanya.  Sesuai dengan pesan Nabi :
"Janganlah menikahi wanita karena kecantikannya , karena bisa jadi akan menjadi fitnah bagimu. Janganlah menikahi wanita karena hartanya , karena bisa jadi akan merendahkanmu. Janganlah menikahi wanita karena kemuliaannya , karena bisa jadi akan menghinakanmu. Maka nikahilah wanita karena agamanya , bahwasanya wanita budak hitam legam lebih baik kalau baik agamanya" (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah).

Artikel terkait: