Para Pelaku "Bullying" di Drop Out dari sekolah dan Fasilitas Kartu Jakarta Pintar-nya Dicabut

Sujadi, selaku Kepala Sudin Pendidikan Wilayah I Jakpus menjelaskan bahwa pihaknya sedang memproses Drop Out atau pengembalian sembilan siswa SD dan SMP di Jakarta Pusat kepada orang tuanya, terkait perundungan atau bullying yang terjadi di Thamrin City tempo hari.

Dia juga menambahkan bahwa sanksi pengeluaran siswa itu memang sesuai dengan tata tertib yang ada di sekolah. Para orangtua dari kesembilan siswa tersebut juga diakui sudah menerima sanksi tersebut.

"Sudah ada pernyataan dari orangtua siap menerima apabila itu sanksi sudah diberikan oleh sekolah," ucap Sujadi.

Diluar mengeluarkan siswa dari sekolahnya, Dinas Pendidikan juga menarik fasilitas Kartu Jakarta Pintar milik pelajar yang ikut dalam pem-bully-an tersebut. Sujadi pun menjelaskan tidak menutup kemungkinan kalau ada lebih dari sembilan siswa yang terlibat atau ikut melakukan bullying, dan para pelakunya masih terus didalami.

Video yang viral di media sosial itu memperlihatkan tindakan kekerasan oleh sejumlah anak yang menggunakan seragam sekolah. Ditunjukkan sejumlah siswa SMP mengelilingi satu siswi yang mengenakan seragam putih dalam video berdurasi 50 detik tersebut.

Siswi tersebut menjadi korban kekerasan dari sejumlah siswa-siswi lainnya, dan siswi ini juga terlihat tidak melakukan perlawanan. Dari sekian banyak orang dalam video tersebut, tidak ada satu pun dari siswa yang melerai.


Di bagian akhir video tersebut juga bisa dilihat jika siswi korban perundungan tersebut disuruh mencium tangan siswa dan siswi yang jadi pelaku. Sesuai hasil penyelidikan kepolisian, peristiwa tersebut berlangsung hari Jumat (14/7/2017) sekitar pukul 13.30 WIB di lantai 3A Thamrin City.




Artikel terkait:

Para Pelaku "Bullying" di Drop Out dari sekolah dan Fasilitas Kartu Jakarta Pintar-nya Dicabut