Jangan Terjebak Simbol Neng!

Akunews.com | JANGAN terjebak simbol neng. Dulu , pemberontak khalifah Ali menusuk al Alquran dengan tombak , lantas diacungkan ke atas. Sebagian pasukan Imam Ali dari kelompok Khawarij merasa ragu dan meminta Imam Ali memenuhi seruan tenang pemberontak yang terdesak.

Jangan Terjebak Simbol Neng! Apa yang terjadi , al Alquran ditusuk tombak itu hanya tipu kecerdikan bulus untuk menggoyahkan pendirian pasukan pemerintah yang sah , khalifah yang sah. Ini terbukti , kaum Khawarij yang sebagian besar penghafal Al Alquran itu terkecoh. Dan ini kemenangan bagi musuh pemerintah waktu itu.

Lucunya , yang mendesak Imam Ali mau berdamai dengan pemberontak , ialah kaum khawarij malah mereka pula yang tak setuju dengan hasil tahkim itu.

Bermufakat pula kaum khawarij ini. Mereka sepakat akan membunuh Imam Ali dan Muawiyah yang mereka anggap sudah keluar dari hukum Allah.

Mereka berhasil menebas leher Imam Ali di ketika Imam Ali sedang salat subuh. Namun gagal membunuh Muawiyah.

Dan ketika ini , kaum Khawarij itulah yang berubah menjadi menjadi kaum radikal dan menggunakan simbol-simbol suci , termasuk bendera nabi untuk mengelabui umat ini biar mengikuti iman mereka.

Mereka selalu berkata , "Barangsiapa tidak berhukum dengan hukum Yang Mahakuasa , maka dia maka dia fasik , maka dia munafik , maka dia kafir. "

Ayat itu terus mereka ulang-ulang untuk mendokrin umat biar ikut paham dan pendirian mereka.

Saat ini , Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi lagi giat-giatnya memerangi kaum radikal. Itu bukan berarti memerangi Islam. Cuma kebetulan kaum radikal itu mengaku beragama Islam.

Mereka menggunakan simbol-simbol Islam untuk menutupi niat jahatnya untuk memerangi pemerintahan yang mereka sebut sebagai thogut , pemerintahan yang demokratis yang mereka labeli sistem kafir. 

Mereka selalu menyerukan tegaknya sistem khalifah yang mereka yakini. Untuk meraih empati umat , mereka gunakan bendera Rasulullah saw. 

ISIS juga melaksanakan hal yang sama , menegakkan khalifah dengan menggunakan simbol bendera Rasulullah saw , tapi haus darah. Tak hanya membunuh non muslim yang memerangi mereka , tetapi juga membunuh muslim yang tak sepaham dengan pedoman mereka.

Soal kekejaman ISIS ini , apakah neng masih ragu? Terang benderang fakta mereka menyembelih sesama insan bak menyembelih ayam. Duh ngeri neng.

Untuk itu , sekali lagi ane ingatkan , jangan pernah terjebak simbol. Tapi pelajarilah esensi pedoman dan paham mereka. Jangan mudah mengatakan sesama muslim fasik , munafik , dan kafir , apalagi dia seorang pemimpin.

Dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu , beliau mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

"Tidaklah seseorang menuduh orang lain dengan kata fasiq , dan menuduhnya dengan kata kafir , kecuali tuduhan itu akan kembali kepada si penuduh jikalau orang yang tertuduh tidak mirip yang dituduhkan." (HR Bukhari).

Ditulis Oleh:
Zamri Yahya , SHI
Wakil Ketua PK KNPI Kuranji

Artikel terkait: