Jangan Mudah Menghujat Perubahan Baik Seseorang Karena Tahapan Hidup Seseorang Itu Berbeda

Akunews.com |

Manusia butuh orang lain untuk menjadi lebih baik 

Jangan Mudah Menghujat Perubahan Baik Seseorang , Karena Tahapan Hidup Seseorang Itu Berbeda
Dalam sendiri , terkadang bisa menemukan perubahan. (hijrahail.blogspot.com)
.com - Betapa beruntungnya kita sebagai insan , punya kemampuan untuk mengenal satu sama lainnya. Sepertinya kemampuan tersebut sebagai bentuk bahwa kita (manusia) nggak dapat hidup sendirian. Butuh sesama untuk bisa melangsungkan hidup

Mengenal banyak jenis insan , yang terlahir dari daerah-daerah yang berbeda. Juga dengan proses beliau menjadi arif balig cukup akal dengan lingkungan yang berbeda. Kemudian saling bertemu , dan juga mengalami yang namanya saling mempengaruhi. Pengaruh tersebut sering nggak kita sadari. Dan kebanyakan insan berubah jadi jahat (nggak baik) alasannya akhir dari perilaku manusia-manusia lain yang ada disekitarnya.

Berkaitan dengan kondisi lingkungan sekitar , terutama untuk para muslimah yang ingin berhijrah menjadi muslimah yang lebih baik. Kasihan dengan mereka , terkadang beliau gres mencoba



- pakai stoking hari ini , 
- pakai handsock , 
- memakai baju yang longgar
- atau memakai cadar

Sudah mendapati komentar yang macam-macam , sungguh sebuah godaan bagi seorang muslimah yang sedang berusaha hijrah dan memperbaiki diri. Itu gres satu hal , belum lagi hal yang lain yang masih banyak

Beberapa dari kita menyerupai melupakan fungsi dari anggota badan yang namanya lisan , bergotong-royong Adalah untuk bertasbih dan mengagungkan Allah. Untuk berkata baik atau memilih membisu bila kiranya yang akan keluar dari lisan kita ialah perkataan yang nggak baik. Mungkin kenapa tidur itu lebih berpahala ya , hehehe...

Seringkali , nggak sadar terlena dalam sebuah obrolan. Sampai kita sendiri nggak tahu lisan ini ngomong apaan. Kita megumpat pada siapa tanpa rasa sadar , kita fitnah siapa , kita burukkan siapa , kita aibkan siapa , dsb.

Bahkan yang lebih parah , meng-KAMUFLASE-kan umpatan , dengan dalih selalu mengatakan bukan umpat. Tapi sharing. Sharing dengan temen-temennya.

Hmm , bisa jadi dengan dalih Sharing tersebut malah menjadikan dosa berjamaah (dosa yang dilakukan bareng-bareng). iiiiikh ngerrriii....

Bagaimana akibatnya? 

Kalau ada lelaki yang akan berubah baik kembali jadi jahat , karena sharing yang kelewatan batas?
Kalau ada perempuan yang akan berubah baik kembali jadi jahat , karena sharing yang kelewatan batas?

Jangan Mudah Menghujat Perubahan Baik Seseorang , Karena Tahapan Hidup Seseorang Itu Berbeda

Bagaimana Coba?

Kita sering bicara , bila berubah itu karena Allah. nggak usah menggubris omongan insan , yang penting iman kita. Begitu ya? tapi sadarkah , bahwa insan (kita) nggak bisa memungkiri , bahwa kita punya hati , yang sifatnya lembek.

Dan kita juga lupa , bahwa Iman itu ada pada level tertentu , tergantung pada kekuatan hati. Kadang di atas , Kadang di bawah , Kadang tengah , Kadang ada dikala iman naik di atas. Kadang pasti turun secara mendadak. Yang mendadak ini yang sulit diduga , malah bisa berbahaya karena bisa merubah sifat seseorang secara seketika. Kata pepatah , "jatuh tanpa persiapan itu lebih sakit , dan bisa fatal".


There's a reason why they are the way they are

Hati insan nggak ada yang tau , kecuali Penciptanya. Jika umpatan atau hujatan terus menerus dilayangkan pada seseorang , apakah ia akan kuat? atau seberapa lama berpengaruh ia menahan hujatan? Adakah yang merasa bersalah ketika kalian menghujat ketika mengomentarinya? 

NGGAK!! nggak akan ada yang merasa bersalah. Apalagi ia ialah tentangan atau yang kita anggap musuh. Pasti akan sangat besar hati melihat ia jatuh tersungkur nggak punya daya. Padahal kita nggak pernah mengetahui , bila ia sedang dalam proses berhijrah meninggalkan masa lalunya yang kelam. Jangan Mudah Menghujat Perubahan Baik Seseorang , Karena Tahapan Hidup Seseorang Itu Berbeda
Bagaimana bila efek hujatan kita malah justru melemahkan hijrah seseorang? Dan malah bisa-bisa membuat ia yang tadinya sedang berproses untuk berusaha menjadi baik kembali menjadi jahat. Apakah kita yang menghujat disalahkan? ya terang iya!

Coba bila kita lebih mau mendapatkan , lebih mau menanggalkan rasa emosi. Dengan menasehati dengan bijak tanpa ada paksaan dan kekerasan , mengkritik juga dengan budpekerti , semoga hatinya kembali kuat.

Pokoknya , jangan hingga komentar kita justru mematahkan semangatnya dalam proses berhijrah. Sebaiknya didukung , beri semangat serta kode yang baik dengan berjalan bersama. Bukan nggak mungkin , bila support kita terhadapnya menjadi amalan yang diterima oleh Yang Mahakuasa SWT. MashaaAllah kan..
  
Apabila nggak bisa mendukung hijrah seseorang , sebaiknya janganlah melemahkan hijrahnya. Hargai prosesnya , karena setiap tahapan hidup seseorang itu berbeda.



Penyunting: Yogi Permana

Mari menjadi jagoan penyebar kebaikan dengan men-SHARE artikel Ini. Semoga rezeki berlimpah untuk sobat yang sudah menjadi pahlawan penyebar kebaikan. Aamiin

Artikel terkait: