Jadi Tersangka Korupsi, Setya Novanto Terancam Penjara Seumur Hidup

Akunews.com | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah resmi menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka keempat , dalam kasus mega korupsi e-KTP. Novanto disangka melanggar Pasal 3 atau Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999.



“Setya Novanto disangka melanggar Pasal 3 atau Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 , sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 perihal Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP ,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK , Kuningan , Jakarta Selatan , Senin (17/7/2017).
Pasal 3 menyebutkan , setiap orang yang menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara , terancam pidana penjara seumur hidup.

“Atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 50.000.000 dan paling banyak Rp 1.000.000.000 ,” demikian kutipan Pasal 3.

Sementara , dalam Pasal 2 ayat 1 dikatakan , setiap orang secara melawan hukum melaksanakan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara , dipidana penjara seumur hidup.

Atau juga pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun , dan denda paling sedikit Rp 200.000.000 dan paling banyak Rp 1.000.000.000.
Agus sebelumnya juga menegaskan telah memiliki bukti keterlibatan Novanto dalam proyek yang merugikan negara Rp 2 ,3 triliun itu.

“Kami bawa (Novanto) ke penyidikan ini tidak serampangan , kami punya dua alat bukti yang kuat ,” Agus menandaskan.

Sementara , Setya Novanto sebelumnya tegas membantah dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) dalam dugaan korupsi KTP elektronik atau e-KTP.

Novanto menegaskan tidak pernah bertemu Muhammad Nazaruddin , Anas Urbaningrum , dan pengusaha Andi Agustinus atau Andi Narogong. Dia juga dengan tegas mengatakan , tidak pernah mendapatkan apa pun dari pedoman dana e-KTP.

“Saya tidak pernah mengadakan pertemuan dengan Nazaruddin bahkan memberikan yang berkaitan dengan e-KTP. Bahkan , gua tidak pernah mendapatkan uang sepeser pun dari e-KTP ,” ujar Setya Novanto usai menghadiri Rakornas Partai Golkar di Redtop Hotel , Jakarta , Kamis 9 Maret 2017.

Artikel terkait: