Bagaimana Kunci Agar Anak Anda Gemar Beribadah ??

Akunews.com |
Kehidupan masyarakat memang tidak mampu dipisahkan dari yang namanya pendidikan.



Pendidikan mirip apa yang akan diajarkan kepada anak akan berpengaruh terhadap lahir dan berkembangnya generasi di masyarakat. Untuk itulah diperlukan sistem pendidikan yang sempurna untuk menjaga anak biar mampu menjadi generasi penerus yang akan membawa dunia menuju peradaban yang lebih baik.
Berikut yaitu goresan pena dari Priani , S.Pd wacana pendidikan anak yang dikutip dari visimuslim:

Menjadi keinginan besar bagi para orang tua melihat anak-anaknya gemar beribadah. Ibadah dalam arti luas , yaitu anak tunduk dan patuh pada aturan Tuhan Swt. Baik hablum minallah mirip sholat , puasa , zakat , hablum minnafsh mirip makan dan minum yang halal dan thayyib , memakai pakaian syar’i , dan berakhlaq mulia(jujur , berani , amanah , tidak suka marah) , maupun hablum minan nass mirip tidak mau terjerat riba(berusaha keras untuk sesuai dengan sistem ekonomi islam) , tidak mau mencontek (berusaha pakai sistem pendidikan Islam yang tanpa mencontek) , tidak mau pacaran (berusaha sesuai dengan sistem pergaulan Islam) , dll.

Sungguh orang tua akan bangga lagi kalau nanti dikumpulkan dengan anak-anaknya di Surga.

Apa saja kunci anak gemar beribadah , berikut penjelasannya:
Anak memiliki aqidah yang kuat
Ini yaitu motivasi internal pada anak. Jika aqidah anak tertanam dengan baik , orangtua mampu dengan mudah mengarahkan anak untuk beribadah kepada Allah. Anak yang memiliki aqidah Islam yang kuat akan berdikari mengerjakan ibadah semata-mata untuk mengharapkan Ridha Allah.

Peran orang tua sebagai teladan
Jangan harap anak mau rajin sholat kalau orang tua tidak rajin sholat. Jangan mimpi anak gemar membaca Al Qur’an kalau orang tua tidak mencontohkan membaca Al Quran. Karena anak juga butuh dukungan dari lingkungan keluarga. So , jadilah orang tua teladan. Ingat ya…hadiahnya eksklusif dari Tuhan lho… Bukan dari manusia.

Teman anak
Jangan remehkan sahabat anak. Ada fase pengaruh _peer group_ pengaruh sahabat lebih kuat dari pada pengaruh orang tua. Ini dikala aturan di peer group lebih “menyenangkan” bagi anak dari pada aturan di orang tua yang dianggap “kaku”. Makara orang tua senantiasa cek pada anak , siapa saja sahabat mereka. Jika perlu kenalkan dengan anak sahabat yang memiliki sifat yang baik.

Sekolah anak
Salah satu faktor yang mensugesti anak yaitu sekolah. Lebih dasar lagi yaitu apa kurikulum yang dipakai sekolah tersebut? Hanya ada 2 macam , yaitu kurikulum Islam atau kurikulum sekuler (memisahkan agama dengan kehidupan). Jika ternyata sekolah anak menerapkan kurikulum sekuler , ini akan mensugesti pola pengajaran kepada anak. Misalnya saja problem menutup aurat , budaya pacaran , mencontek , dll. Jika di sekolah pacaran sudah menjadi budaya , mampu jadi lho anak juga akan ikut pacaran. So , orang tua harus selektif memilihkan sekolah bagi anak-anaknya.

Lingkungan Sekitar rumah
Ini berkaitan dengan penduduk di sekitar rumah. Apakah perilaku mereka baik atau buruk? Perilaku masyarakat yang baik akan berdampak pada acara positif yang dilakukannya. Misalnya , warga sekitar rumah rajin sholat ke masjid. Secara tidak eksklusif , itu menjadi pembelajaran positif bagi anak-anak untuk rajin sholat ke masjid.

Sistem kehidupan yang diciptakan negara
Teknologi gosip yang berkembang semakin pesat. Adanya gawai menimbulkan anak memiliki dunia lain , yaitu dunia maya. Berita bohong , pornografi dan tontonan yang negatif mensugesti jiwa dan logika anak-anak. Ditambah lagi sinetron percintaan cukup umur yang merajai dunia televisi. Narkoba dan pergaulan bebas semakin marak. Jika tidak ada regulasi yang sempurna , apa kesannya generasi masa depan anak-anak kita. Apalagi ada kebijakan pendidikan agama Islam dihapus. Ada mata pelajaran pendidikan agama Islam saja moral generasi belum mampu dibanggakan , apalagi kalau mapel agama dihapus??

Semoga kita termasuk orang tua yang peduli pendidikan dan masa depan anak kita. Panduan mendidik itu sudah ada. Ada di dalam Islam. Agar anak gemar beribadah butuh kerja sistem. Orang tua , sekolah , masyarakat dan negara.

Artikel terkait: