Visa Habis, Rizieq Shihab Minta Suaka Politik ke Arab Saudi

Imam besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab akan mengajukan permohonan suaka politik kepada Arab Saudi karena masa berlaku visanya akan segera habis. Seperti diketahui bahwa pentolan FPI tersebut tersangkut kasus pornografi dan sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) yang dikeluarkan oleh Polda Metro Jaya beberapa waktu yang lalu.

Seorang kuasa hukum Rizieq, Sugito Atmo Pawiro mengatakan tidak khawatir dengan ijin tinggal kliennya yang segera habis karena ada langkah lain yang bisa ditempuh.

"Ada cara lain, diperpanjang atau (ajukan) suaka politik dulu," ujar Sugito kepada wartawan, Minggu (4/6) malam.


Hingga saat ini, satu bulan lebih tokoh FPI tersebut berada di tanah suci. Polri bahkan telah mengeluarkan Red Notice ke Interpol dan meminta agar Rizieq Shihab segera ditangkap. Dengan adanya Red Notice ini, maka Rizieq bisa ditangkap oleh kepolisian Arab Saudi yang juga adalah anggota Interpol.

Lebih lanjut Sugito mengatakan tidak khawatir dengan adanya red notice tersebut. Ia menyebutkan bahwa Kerajaan Arab Saudi sudah mengetahui bahwa kasus "baladacintarizieq" sudah dipolitisir.

"Saudi sudah tahu kalau perkara ini politik, bukan perkara yang dipersyaratkan yang bisa keluar red notice, seperti kasus korupsi, obat-obatan terlarang atau pelanggaran HAM," ujarnya.

Menurut Sugito, Rizieq Shihab berada di hotel atau apartemen selama berada di Arab Saudi. Dan saat ini kondisinya sehat dan bugar selama berada di sana.

"Waktunya banyak dihabiskan untuk ibadah, baca buku dan menerima tamu dari berbagai kalangan," kata Sugito.

Beberapa waktu yang lalu Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan mengatakan bahwa permohonan red notice untuk Rizieq telah diberikan kepada Interpol pada Rabu (31/5).

Setelah penyidik melakukan gelar perkara dengan Bareskrim Polri, permohonan red notice tersebut diajukan ke Divisi Hubungan Internasional Polri. Namun hingga saat ini masih belum diketahui apakah pengajuan tersebut sudah disetujui oleh Interpol. Menurut Iriawan, saat ini Interpol sedang mengkasi permohonan red notice tersebut.

Polda Metro Jaya sebelumnya telah menetapkan Rizieq Shihab sebagai tersangka kasus pornografi chat seks bersama dengan Firza Husein yang juga adalah Ketua Yayasan Solidaritas Keluarga Cendana. Berdasarkan barang bukti yang dimiliki oleh pihak kepolisian, mereka diduga melakukan percakapan dan mengirim foto fulgar dengan menggunakan aplikasi chat WhadsApp.

Rizieq Shihab dijerat dengan Pasal 4 ayat (1) junto Pasal 29 dan atau Pasal 6junto Pasal 32 dan atau Pasal 9 junto Pasal 34 Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang pornografi. Ancaman hukuman yang akan diarahkan pada Rizieq Shihab adalah minimal 5 tahun penjara.

Artikel terkait: