Tak Cukur Bulu Ketiak Sebagai Perlawanan Konsep Kecantikan yang Dibentuk Media

Meningkatnya Jumlah Perempuan yang tidak Peduli dengan Penampilan Ketiak
Tidak pernah ada peraturan dalam standar kecantikan yang menyatakan bahwa ketiak pada seorang perempuan harus dicukur bersih, meskipun sebenarnya memang akan terlihat lebih bersih dan terawat. Tapi dewasa ini semakin banyak perempuan yang mengaku tidak masalah kalau memiliki bulu ketiak panjang.

Tidak sedikit juga survei yang menunjukkan peningkatan jumlah perempuan yang menolak untuk mencukur bulu ketiak, dan ingin membiarkan tumbuhnya bulu-bulu di sekujur tubuhnya, terutama di bagian ketiak.

Salah satunya survei tersebut dilakukan oleh perusahaan riset Mintel di Inggris, yang iikuti oleh 2000 orang pengguna internet berusia diatas 16 tahun, yang mengungkapkan di tahun 2016, ada 77 persen perempuan usia 16-24 tahun rutin membersikan bulu pada ketiaknya. Meski prosentase ini turun tidak terlalu signifikan dari 84 persen di tahun 2014, tapi ini berarti sekitar satu dari empat wanita tersebut memandang bahwa memang tidak lah perlu mencukur bulu di ketiak secara rutin.

Data tersebut juga menunjukkan kalau 83 persen wanita yang termasuk dalam generasi milenial, menganggap seolah ada banyak tekananan yang ditujukan kepada perempuan untuk menghilangkan bulu-bulu di tubuhnya.


Meskipun survei tersebut tidak dapat mencerminkan populasi umum, tapi tidak di pungkiri bahwa semakin banyak perempuan yang tidak lagi mau peduli pada mulusnya ketiaknya.

Misalnya Paris Jackson dan Bella Thorne yang dengan bangga menunjukkan ketiaknya yang ditumbuhi rambut. Media sosial seperti Instagram atau Twitter pun melahirkan sebuah tren baru dimana wanita tidak lagi harus malu bahkan percaya diri dalam memamerkan bulu ketiaknya.

Dan ada juga wanita yang mengatakan bahwa memanjangkan bulu ketiak adalah simbol perlawanan terhadap konsep kecantikan yang dibentuk oleh media selama ini.

Artikel terkait:

Tak Cukur Bulu Ketiak Sebagai Perlawanan Konsep Kecantikan yang Dibentuk Media