Osteoarthritis Lutut Dan Obesitas Memiliki Hubungan Yang Erat

Konsumsi Makanan Berserat Untuk Menjaga Persendian
Radang sendi pada lutut dapat dipicu oleh beberapa hal, misalnya kelebihan bobot tubuh, aktivitas fisik yang berlebihan, olahraga ekstrim, pelemahan pada otot paha, atau faktor usia (>45 bagi wanita), dan komplikasi dari patah tulang yang terjadi di sekitar sendi.

Brokoli, kubis Brussel, kacang polong, oat dan quino adalah makanan kaya serat yang dapat membantu meringankan nyeri lutut pada penderita osteoarthritis lutut. Oleh sebab itu makanan-makanan tersebut disarankan dikonsumsi secara teratur oleh penderita osteoarthritis lutut.

Saran ini bersambut baik hasil studi yang dirilis pada jurnal Annals of the Rheumatic Diseases, yang menuliskan bahwa orang rutin mengkonsumsi  makanan kaya serat, memiliki resiko lebih kecil untuk terkena osteoarthritis lutut. Penelitian ini menyimpulkan serat dapat menjaga lutut dengan beberapa cara, misalnya dengan mengurangi kadar protein peradangan (CRP) dan meningkatkan rasa kenyang membantu penderita sakit dari makan berlebih.

Kedua hal ini penting karena osteoarthritis lutut dan obesitas memiliki hubungan yang erat, badan dengan berat berlebih juga menyebabkan penambahan beban pada persendian, dan dengan banyaknya lemak akan ada resiko peradangan yang menambah menyebabkan rasa sakit.

Penelitian ini menganalisa data dari dua penelitian terpisah yaitu penelitian Osteoarthritis Initiative (OI) yang melibatkan 5.000 orang, dan penelitian Framingham Offspring yang melibatkan hingga 1.200 orang. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa semakin banyak serat yang dikonsumsi, maka semakin kecil juga angka nyeri lutut yang dilaporkan, dan semakin kecil pula resiko adanya osteoarthritis lutut.
Peserta yang mengonsumsi serat sebesar 20gr/hari memiliki peluang 30 persen lebih kecil untuk mengalami gejala osteoarthritis lutut dan 19 persen lebih kecil resiko mengalami rasa sakit didaerah lutut. Peserta yang mengonsumsi serat sebesar 26gr/hari, bisa hingga 61 persen lebih kecil resikonya mengalami gejala osteoarthritis lutut, apabila dibandingkan dengan peserta yang mengonsumsi serat kurang dari 14gr/hari.

Kebanyakan kaum pria saat ini hanya mengonsumsi serat sebanyak 19gr/hari, hanya setengah dari kebutuhan serat untuk mendapatkan manfaat optimal bagi kesehatan sendi lutut. Semakin banyak serat yang dikonsumsi akan semakin kecil juga resiko nyeri lulut walaupun tidak mencapai jumlah yang disarankan. 20 hingga 25gr/hari sudah bisa dikatakan cukup untuk menekan resiko nyeri lutut.

agar mencapai 20-25 gram serat, disarankan mengonsumsi 5-6 porsi buah dan sayur, makan sereal yang mengandung banyak serat dan mengonsumsi minuman yang tinggi kandungan serat.

Artikel terkait:

badan dengan berat berlebih juga menyebabkan penambahan beban pada persendian, dan dengan banyaknya lemak akan ada resiko peradangan