Kelompok Ultranasionalis Myanmar Berganti Nama

Ma Ba Tha, Kelompok ultranasionalis yang dipimpin oleh biarawan Buddha di Myanmar, memutuskan untuk berganti nama, langkah tersebut dilakukan setalah otoritas Buddha melarang adanya kelompok yang sering dituduh anti-Islam tersebut.

Ma Ba Tha menguat dibawah rezim militer sebelumnya mengusung nasionalisme Buddha yang akhirnya memicu ketegangan sektarian dengan minoritas Muslim. Otoritas Buddha Myanmar, dalam beberapa bulan terakhir telah merenggangkan hubungan dengan Ma Ba Tha, kemudian menetapkan larangan atas aktivitas kelompok ini terhitung mulai pertengahan Juli.

Apabila Ma Ba Tha berkeras melakukan kegiatannya, otoritas Buddha Myanmar nantinya akan membawa kelompok ini ke pengadilan dan meskipun sudah mendapatkan ancaman serius mereka tetap tidak mengendurkan niat mereka untuk menghadiri pertemuan di Yangon, hari Minggu (28/5/2017).

Biarawan, Biarawati dan Simpatisan kelompok ini mengeluarkan pernyataan bahwa mereka akan mengganti dengan nama baru yaitu Yayasan Filantropi Buddha Dhamma. Pemimpin biawaran Tilawka Biwuntha, juga mendesak anggota disemua daerah dan negara bagian bekerja untuk negara, rakyat dan agama dengan memakai nama Yayasan Filantropi Buddha Dhamma.

Banyak yang menilai bahwa nama yang baru ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan Ma Ba Tha, yang artinya Asosiasi Perlindungan Ras dan Agama.
Biarawan Ma Ba Tha bernama Wirathu, dikenal aktif menyuarakan buah pikirannya bahwa agama Buddha di Myanmar terancam oleh Islam, yang selama ini telah hidup di Myanmar berabad-abad, meski jumlahnya hanya 5% dari total jumlah penduduk.

ada kalangan Buddha garis keras yang dalam beberapa bulan terakhir melarang kegiatan agama lain dan juga memaksa ditutupnya dua sekolah di Yangon dikatakan tak punya izin untuk berfungsi untuk menjadi rumah ibadah.

Beberapa figur nasionalis belum lama ini ditahan oleh polisi, menyusul adanya bentrokan di perkampungan Muslim di Yangon, bentrokan ini sendiri dipicu karena penggerebekan beberapa rumah yang disinyalir menampung orang atau umat Muslim Rohingya.

Artikel terkait: