Amin Rais Terseret Dalam Korupsi Alkes, PAN Sebut Ini Soal Reklamasi


Amien Rais
Mantan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais ikut terseret dalam kasus korupsi alat kesehatan di Kementerian Kesahatan. PAN menduga nama Amien Rais terseret karena beberapa waktu lalu pernah memberikan kritik keras pada proyek reklamasi.

"Mungkin dengan seperti ini mereka bisa meredam Pak Amien," kata Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (6/6).

Menurut Yandri, penyebutan nama Amien Rais telah menerima uang sebesar Rp600 juta merupakan cara yang dilkaukan 'oknum' tertentu untuk menghentikan sikap Amien terhadap proyek reklamasi tersebut.

Pada bulan Mei lalu, Amien Rais pernah menantang Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan untuk adu data tentang proyek reklamasi di Teluk Jakarta.

Pada saat itu, Amien mendesak Luhut untuk menunda proyek reklamasi di Teluk Jakarta. Lebih lanjut Amien mengatakan bahwa proyek pengurukan laut tersebut sarat dengan kepentingan asing dan tidak bermanfaat bagi warga Jakarta.

Menurut Amien Rais, moratorium reklamasi perlu dilakukan untuk membandingkan data yang dimiliki oleh pemerintah dengan pihak yang menolak reklamasi. Ia juga mengatakan dalih reklamasi untuk mengantisipasi banjir yang dimiliki pemerintah berbeda dengan data yang dimiliki oleh mereka yang menentang.

Yandri meyakini bahwa sikap keras Amien tersebut akhirnya menyeretnya dalam kasus korupsi Alkes. Menurutnya tudingan bahwa Amin terlibat dalam korupsi Alat Kesehatan adalah sepihak dan tidak sesuai fakta. Fakta yang disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum KPK dalam sidang dengan terdakwa mantan Menkes Siti Fadilah Supari seharusnya disampaikan dengan seksama.

Seharusnya KPK melakukan klarifikasi terlebih dahulu pihak pemberi uang yaitu Soetrisno Bachir, mantan Ketum PAN.

"Kalau pun terima uang itu, kan bukan Pak Amien dulu yang disebut. Seharusnya Mas Tris dahulu dipanggil, (ditanya memberi) ke siapa saja. Jangan langsung kemudian dituduh kepada si penerimanya," kata Yandri.

Yandri yakin bahwa kasus yang dikenakan kepada Amien Rais ini merupakan salah satu cara untuk menghentikan kritik Amien Rais terhadap proyek reklamasi. Tudingan tersebut justru membuat Amien semakin yakin bahwa ada pelanggaran hukum dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Lebih lanjut Yandri mengatakan kemarahan kader PAN akan menimbulkan gerakan untuk melindungi Amien Rais dari upaya kriminalisasi dan pembunuhan karakter.

"Kalau kemudian ada yang berfikir mau meredam Pak Amien, saya nilai itu mereka salah perhitungan," lanjut Yandri. Langkah KPK menggunakan bukti rekening koran untuk menyeret Amien Rais pada korupsi Alkes menurut Yandri tidak tepat.

Baca juga: Amien Rais: KPK itu Busuk, Tapi Hebat

Amien Rais Menerima Bantuan Dana dari Soetrisno Bachir

Yandri berkata, Soetrisno adalah seorang pebisnis yang sering memberikan bantuan uang kepada banyak pihak.

"Mas Tris itu sebagai pengusaha tidak hanya Pak Amien yang dibantu, banyak. Bahkan ribuan orang dia bantu yang nominalnya lebih besar dari Pak Amien banyak juga dibantu Mas Tris," ujar Yandri.

Yandri juga meragukan cara yang dilakukan oleh KPK membuktikan uang dari Soetrisno kepada Amien. "Dari mana KPK memastikan bahwa yang ada di rekening Mas Tris yang dikirim ke Pak Amien adalah dana Alkes. Dari mana validasinya," kata Yandri.

Artikel terkait:

Mantan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amin Rais ikut terseret dalam kasus korupsi alat kesehatan di Kementerian Kesahatan