Lihat Betapa Mewahnya Kereta Api Kepresidenan Ini


Pelayanan mewah melalui sebuah kereta api didapati Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menaiki kereta kepresidenan dari Stasiun Bojonegoro menuju Surabaya, Jawa Timur, Jumat (5/12/2014). Kereta api kepresidenan ini termasuk fasilitas yang bisa dinikmati Presiden dan Wakil Presiden, Jokowi-JK. Namun tentu saja pelayanan seperti ini tidak bisa didapatkan orang kebanyakan.

Pria yang akrab disapa JK tersebut bersama rombongannya memilih gerbong Mahakam yang berada paling belakang. Ukuran gerbong tersebut sama seperti ukuran gerbong kereta api pada umumnya, gerbong kereta komersial. Perbedaannya hanya pada desain interior gerbong, gerbong Mahakam itu terkesan mewah dengan segala fasilitas yang ada di dalamnya.

Siapa saja yang ingin menaiki gerbong itu harus menekan sebuah tombol terlebih untuk membuka pintu nya. Di bagian depan gerbong, terdapat ruangan kecil dengan penyekat tipis. Di ruang kecil itu tersaji berbagai jenis makanan untuk para penumpang. Ada sekitar 15 kursi empuk berjejer rapi di ruang utama gerbong Mahakam. Satu kursi besar menghadap belakang, sehingga penumpang bisa melihat pemandangan dengan leluasa. Di sisi kiri dan kanan masing-masing terdapat tujuh buah kursi yang posisinya berhadap-hadapan.

Di ujung ruangan terdapat sebuah televisi layar lebar. Televisi tersebut bisa disembunyikan secara otomatis. Ruangan televisi memisahkan ruangan utama dengan ruangan khusus yang terletak di balik nya. Ruangan khusus yang dimaksud memiliki empat kursi, yang menghadap ke arah belakang. Siapapun yang duduk di kursi tersebut dapat melihat pemandangan yang ada di belakang kereta, karena jendelanya cukup dominan. Di sini lah JK duduk selama perjalanan dari Bojonegoro menuju Surabaya bersama rombongannya.

Selain gerbong Mahakam, gerbong lainnya juga bisa dikatan sebagai sebuah gerbong yang mewah mewah. Meski desain interiornya tidak semewah gerbong Mahakam. Di gerbong-gerbong tersebut terdapat tiga baris bangku, dengan dua bangku di kanan dan satu bangku di kiri. Di bawah bangku terdapat penopang kaki yang mudah diatur, sehingga penumpang bisa berselonjoran di dalam kereta selama perjalanan.

Setiap bangku memiliki meja lipat yang bisa dinaik turunkan. Tiap gerbong kereta kepresidenan dijaga anggota paspampres yang berseragam serba hitam, mengenakan pelindung lengkap, termasuk helm dan rompi antipeluru, serta senapan MP5.

Selama kereta kepresidenan melaju dari stasiun awal hingga akhirnya sampai di stasiun tujuan, personel TNI akan menjaga di setiap persimpangan jalan, perlintasan kereta dan jalan-jalan kecil. Jalur kereta api kepresidenan yang dinaiki JK bersama rombongan pun steril. Kereta melaju kencang tanpa hambatan seperti adanya kereta api lain di depannya.

Kereta tersebut adalah milik Kementerian Perhubungan. Kru yang mengoperasikan kereta itu, mulai dari masinis hingga pramugari, adalah pegawai Kementerian Perhubungan. Jika tidak digunakan presiden atau wakil presiden, kereta itu hanya terparkir di depo PT. KAI. Keretatersebut hanya diperuntukkan hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan kepresidenan.

Bukan hal yang baru jika presiden mendapatkan fasilitas yang lebih daripada yang lainnya. Presiden memang harus memiliki beberapa fasilitas penunjang agar semua pekerjaannya dapat terselesaikan dengan mudah. Seorang presiden Amerika, Barac Obama, sangat diperhatikan apa-apa saja yang ia gunakan. BlackBerry yang beluai gunakan untuk berkomunikasi dioprek terlebih dahulu oleh tim ahli sebelum digunakan oleh Obama untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Semoga saja dengan adanya kereta api kepresidenan yang dilengkapi dengan fasilitas mewah ini dapat membuat kinerja presiden kita dapat menjadi lebih baik dari presiden-presiden sebelumnya.